Bukittinggi, (30/04)- Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungannya terhadap usulan menjadikan Marsinah, seorang aktivis buruh era Orde Baru, sebagai pahlawan nasional. Dukungan itu ia sampaikan saat memberikan pidato dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 yang digelar di kawasan Monas, Jakarta, pada Katnis 1paita, Prabowo mengatakan bahwa dirinya mendengar langsung aspirasi dari para pimpinan serikat buruh mengenai belum adanya tokoh dari kalangan buruh yang mendapat gelar pahlawan nasional. la kemudian menanyakan kepada mereka apakah ada nama tokoh buruh yang layak diajukan.

Marsinah adalah buruh pabrik di Sidoarjo yang dikenal sebagai aktivis vokal memperjuangkan hak pekerja. Pada Mei 1993, ia diculik dan ditemukan tewas tiga hari kemudian dengan tanda-tanda penyiksaan berat. Kasus ini menarik perhatian luas, termasuk dari dunia internasional, dan dicatat Organisasi Buruh Internasional (ILO) sebagai kasus nomor 1773.

Dalam acara May Day tersebut, Prabowo hadir bersama sejumlah pejabat negara seperti para menteri, pimpinan DPR, Kapolri, serta tokoh-tokoh serikat buruh dari KSPI dan KSPSI. Kehadirannya menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap buruh dan perjuangan mereka.

Aksi May Day 2025 diikuti ribuan buruh dari berbagai daerah seperti Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat. Para peserta menyuarakan enam tuntutan utama, di antaranya upah layak, perlindungan hak-hak pekerja, serta dorongan agar pemerintah segera mengesahkan RUU Perampasan Aset sebagai bagian dari pemberantasan korupsi.